Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Apa Itu De Javu

Deja vu , yang asal katanya diambil dari Bahasa Perancis, adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Sekelompok orang mengasosiasikannya dengan gangguan pada otak sedangkan lainnya menghubungkan Deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Pada suatu waktu, beberapa di antara kita tentu pernah mengalami hal ini. Apa sih sebenarnya Deja vu ini? Mari kita telusuri bersama. Apakah anda pernah mengalami situasi di mana secara sadar anda mengenal betul situasi itu yang menurut anda telah anda lalui sebelumnya? Apakah anda pernah mengalami suatu situasi di mana anda bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dan kemudian hal itu benar-benar terjadi seperti yang anda rasakan telah anda lalui sebelumnya? Jika anda pernah mengalami hal-hal tersebut, itulah yang dinamakan Deja vu. Apakah Deja vu itu? Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi bar...

FriendShip

Let's talk about friendship. Sahabat, kadang ane gak percaya dengan kata ini. Sahabat itu apa? Ane mungkin banyak temen, tapi belum tentu mereka sahabat ane. Entah kenapa akhir-akhir ini ane sering ngomong jujur sama orang, kalo ane gak suka ya ane ngomong gak suka, kecuali tentang perasaan ke doi yang belum bisa jujur. Jadi kadang ane ngerasa gak enak sama temen ane itu, tapi bersikap jujur itu bagus kan? daripada ngomongin di belakang ya mending ngomong langsung ke orang yang bersangkutan. Ada saatnya ane ngerasa gak enak hati setelah ane jujur sama seseorang, takut kesinggung lah, takut jadi canggung lah dan banyak ketakutan lainnya. Satu hal yang biasanya ane takutin kalo ngomong sesuatu yang ane gak suka ke temen ane, takut dia ngejauhin ane cuma gara-gara ane jujur  tapi kalo ada yang begitu ya ane mah terserah sih, mutusin silaturahmi itu gak baik loh Temen. Temen itu sifatnya universal menurut ane, misalnya temen maen, temen curhat, temen jalan, temen kelas, temen kant...

untitled

Aku memiliki seberkas harapan pada seorang wanita -lagi-. Aku merasakan hal yang berbeda, entah apa. Namun sekali lagi aku takut untuk menyukai seseorang. Kali ini aku bermain sangat lembut, tak terlalu bermain perasaan, berusaha tetap mengontrol semuanya, tak pernah aku ungkapkan dalam sebuah status seperti terdahulu. Takut. Jika aku melakukan hal yang sama seperti masa lalu, akan kah kisah ini menjelma mengulang pahit masa itu? Untuk itu lah, agar aku dan rasaku tidak seperti masa itu, aku menjaganya tetap di hati dan pikiran, tidak untuk ku keluarkan. Belum saatnya. Untukmu, kau tahu? Aku begitu bahagia. Kau terkadang membuatku merasa seperti manusia yang sangat berharga dengan caramu. Setelah hati ini pernah remuk berkali-kali, rasanya kau dapat menyembuhkannya begitu saja. Pertemuan singkat yang sering kita lewatkan, aku rasa saat itu sang waktu sedang enggan untuk aku dan kau bertemu. Hingga suatu saat di luar kota kelahiranku, aku mengenalmu. Entah sejak kapan jantung ini ...